Thursday, September 5, 2013

Pengaruh Metode Memory Skills Terhadap Peningkatan Daya Ingat

Daftar isi


Bab I    : Pendahuluan
Bab II   : Pengertian metode memory skills
Bab III : Prinsip-prinsip pelaksanaan metode memory skills
       3.1. Belajar melibatkan seluruh pikiran dan tubuh.
3.2. Belajar adalah berkreasi bukan mengonsumsi
3.3. Kerjasama membantu proses belajar.
3.4. Pembelajaran berlangsung pada banyak tingkatan secara simultan.
3.5. Belajar dari mengerjakan pekerjaan itu sendiri (umpan balik)
3.6. Emosi positif sangat membantu pembelajaran
3.7. Emosi positif sangat membantu pembelajaran
Bab IV : Teknik- teknik  memory skills
4.1. Sistem cantol
4.2. Teknik rantaian kata
4.3. Sistem pasak lokasi
Bab  V:  Kelebihan dan kekurangan metode memory skills
5.1. Kelebihan
5.2. Kekurangan
Bab VI :  Penutup


                           

I.               Pendahuluan
Menghafal adalah salah satu pekerjaan yang kurang di senangi oleh kebanyakan orang termasuk para siswa. Hal ini disebabkan karena paradigma kebanyakan orang merasa tidak mempunyai kemampuan mengingat. Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam hal ini yaitu,  pertama apakah sesuatu itu  belum pernah terekam dalam ingatan  atau  sudah pernah terekam namun tidak bisa mengumpulkannya kembali dalam pikiran  menjadi sebuah ingatan.
Untuk diketahui, manusia memiliki otak yang fungsinya terbagi tiga, yaitu otak kiri, otak kanan dan otak belakang. Otak kiri berfungsi untuk menangani materi yang bersifat matematis, rasional, kognitif, logis, realistis, analistik, dan terencana. Otak kanan berfungsi menangani materi yang bersifat intuitive, spiritual, emosional, afektif,  imajinatif, dan tak terencana. Sedang otak belakang berfungsi untuk menyimpan memori. Ilustrasinya adalah kalau kita menghafal sebuah  mata pelajaran, misalnya rumus matematika, bahasa, sejarah dan lain-lain, apa yang kita baca dan hafal, semuanya direkam oleh otak kiri dan disimpan di dalam otak belakang yang berfungsi sebagai gudang memori. Pada saat mengerjakan dan menjawab soal, akan memerintahkan otak kiri untuk membuka kembali rekaman pelajaran yang sudah disimpan di memori otak belakang. Namun menurut hasil penelitian pakar kemampuan otak manusia di Amerika Serikat, ternyata kemampuan otak kiri manusia normal dengan metoda standard, untuk membuka kembali semua yang direkam dan disimpan di otak belakang, maksimal hanya 20% saja. Akibatnya, pada saat kita harus menjawab soal, maksimal hanya 20% yang bisa dijawab sempurna, yang lainnya hanya kira-kira saja. Bagaimana caranya agar kemampuan otak kiri membuka kembali hasil rekaman yang tersimpan di otak belakang bisa meningkat sampai optimal, mendekati 100%.
Banyak teknik atau metode dalam menghafal dan mengingat pelajaran, namun pada artikel ini penulis hanya mengulas tentang Pengaruh metode memory skills terhadap peningkatan daya ingat.

II.                Pengertian metode memory skills
        Metode memory skills adalah kemampuan menghafal lebih cepat dengan menggunakan otak kanan dan otak kiri. Dengan menggunakan teknik daya ingat yang di sebut dengan manipulasi otak, sehingga daya ingat akan dapat meningkat dengan pesat dan tersimpan pada jangka waktu yang lama. Menurut Agus Ngermanto dalam bukunya “Quantum Quotient” (2006) menghafal adalah proses menyimpan informasi ke dalam informasi yang tersimpan di memori otak yang diperlukan.
       Ada teknik memori yang dapat  digunakan untuk membantu meningkatkan daya ingat. Teknik memori adalah teknik memasukkan informasi ke dalam otak yang sesuai dengan cara kerja otak (brain based technique). Karena metode yang digunakan sejalan dengan cara otak beroperasi dan berfungsi maka hal itu akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi otak dalam menyerap dan menyimpan informasi. Oleh karena itu otak sangat suka dengan hal-hal yang bersifat sebagai berikut :
1. Tidak masuk akal/ekstrem berlebihan
2. Seksi
3. Penuh warna
4. Multi sensori (melibatkan lebih dari satu panca indera)
5. Lucu
6. Melibatkan emosi
7. Melibatkan irama atau musik
8. Tindakan Aktif
9. Gambar tiga dimensi dan hidup/aktif
10. Menggunakan asosiasi
11. Imajinasi
12. Simbol
13. Nomor dan urutan

III.         Prinsip-prinsip pelaksanaan metode memory skills
Menurut Dave Meiver dalam bukunya “The Accelerated Learning” (2002) metode memory skills merupakan suatu metode yang lahir dari pembelajaran metode accelerated learning. Teknik-teknik penyampaian metode memory skills ini saling berkaitan dengan prinsinp-prinsip accelerated learning,  yaitu antara lain :
1. Belajar melibatkan seluruh pikiran dan tubuh.
    Belajar tidak hanya menggunakan otak sadar, rasional, memakai otak kiri dan verbal tetapi juga melibatkan seluruh tubuh / pikiran dengan segala emosi, indra dan sarafnya. Pengalaman- pengalaman yang melibatkan penglihatan, bunyi, sentuhan, rasa, atau gerakan umumya sangat jelas dalam memori kita. Dan jika menyangkut lebih dari satu indra, suatu pengalaman bahkan menjadi lebih mudah di ingat.
2. Belajar adalah berkreasi bukan mengonsumsi
    Pengetahuan bukanlah sesuatu yang diserap oleh pembelajar, akan tetapi sesuatu yang diciptakan oleh pembelajar. Pembelajaran terjadi ketika seorang pembelajar memadukan pengetahuan dan keterampilan baru kedalam struktur dirinya sendiri yang telah ada. Belajar secara harfiah adalah menciptakan makna tubuh baru, jaringan saraf baru, dan pola interaksi elektrokimia baru di dalam sistem otak/ tubuh secara menyeluruh.
3. Kerjasama membantu proses belajar.
    Persaingan antara pembelajar memperlambat pembelajaran sedangkan kerjasama antar mereka mempercepat proses pembelajaran.
4. Pembelajaran berlangsung pada banyak tingkatan secara simultan.
    Belajar bukan hanya menyerap sesuatu hal kecil pada satu waktu secara linear, melainkan menyerap banyak hal sekaligus. Pembelajaran yang baik melibatkan orang pada banyak tingkat simultan (sadar dan bawah sadar, mental dan fisik ) dan memanfaatkan seluruh saraf reseptor indra jalan dalam sistem otak/tubuh seseorang.
5. Belajar dari mengerjakan pekerjaan itu sendiri (umpan balik)
    Belajar paling baik adalah belajar dalam konteks. Hal- hal yang dipelajari secara terpisah akan sulit diingat dan menguap. Pengalaman yang nyata dan konkret dapat menjadi guru yang jauh lebih baik dari pada sesuatu yang hipotesis dan abstrak asalkan didalamnya tersedia peluang untuk terjun langsung secara total, mendapatkan umpan balik.
6. Emosi positif sangat membantu pembelajaran
    Perasaan menentukan kualitas dan juga kuantitas belajar seseorang. Perasaan negatif mengahalangi belajar, perasan positif akan mempercepat proses belajar. Gunakan iringan musik yang sesuai dan pengaturan yang rapi, sehingga siswa dalam menerima pelajaran menjadi semangat dan tekun belajar. Pikiran non sadar mendukung pelajaran, kombinasi ini mendorong emosi positif dan pembelajaran yang efektif.
7. Otak citra menyerap informasi secara langsung dan otomatis.
    Sistem saraf manusia lebih merupakan prosesor citra dari pada prosesor kata. Gambar yang konkret jauh lebih mudah ditangkap dan disimpan dari pada abstraksi verbal. Menerjemahkan abstraksi itu lebih cepat dipelajari dan lebih mudah diingat.

IV.   Teknik- teknik memory skills
         1.  Sistem cantol
Sistem cantol adalah sistem dasar yang harus dikuasai. Dalam sistem cantol ini menggunakan teknik bayangan. Dengan teknik ini kita menggabungkan aktifitas otak kanan dan otak kiri dengan membayangkan benda yang diingat. Suatu teknik dari variasi ini adalah penggunaan kalimat yang kreatif dalam menggabungkan kata-kata yang ingin dihafalkan sehingga berbentuk suatu cerita. Cara menggunakan metode ini adalah dengan membuat cantolan, mengasosiasikan dengan materi yang dihafal, mengimajinasi secara kreatif.
Langkah-langkah dalam sistem cantol antara lain :
1. Gabungkan dua benda atau kata yang ingin dihafal menjadi cerita singkat.
2. Cerita singkat tersebut haruslah mempunyai aksi atau tindakan.
3. Cerita tersebut haruslah mempunyai unsur lucu, tidak masuk akal, aneh sehingga mudah untuk di ingat.
4. Buatlah cerita yang sederhana. Semakin sederhana semakin baik dan efektif. Cerita yang rumit akan membuat pusing dan membingungkan otak.

Cara ini memiliki keuntungan ganda :
1.      Menghafal lebih cepat dan tahan lama.
2.      Melatih kreatifitas yaitu dengan membuat cerita semaunya.
3.       Menambah keberanian memunculkan ide baru.
2.    Teknik rantaian kata
Dalam teknik ini adalah merantaikan atau menyambung kata-kata yang ingin dihafal. Menyambung/merantaikan kata tersebut dengan membuat suatu cerita. Namun dalam membuat cerita pendek harus yang baik dan dapat meningkatkan daya ingat. Syaratnya adalah harus ingat apa yang disukai oleh otak, yaitu 13 poin yang disebutkan di atas. Syarat lainnya adalah :
1.      Buatlah cerita yang berisi suatu aksi/tindakan
2.      Hindari perubahan bentuk/obyek yang kita hapal
3.       Jangan menambahkan obyek lain
4.      Saat membuat cerita yang berisi gambar dari kata/obyek yang ingin dihafal, usahakan untuk menutup mata.
Latihan : Hafalkan kembali  kata-kata berikut ini :
1.      Rumah
2.      Gudang
3.      Pesawat
4.      Bazoka
5.      Gunung
6.      Merpati
7.      Hotel
8.      Samudra
9.      Jakarta
10.  Amerika

Kemudian, lakukan hal berikut ini :
1.      Bayangkan rumah kamu. Setelah gambar rumah kamu jelas terlihat di dalam pikiran kamu, bayangkan rumah kamu mempunyai tangan yang kuat.
2.      Rumah tadi kemudian mengangkat gudang.
3.      Gudang ini lalu dilemparkan dan mengenai sebuah pesawat Boeing, tepat menindih kepala pesawat. Kamu bayangkan pesawat yang mengerang kesakitan, napasnya terengah-engah.
4.      Pesawat, menggunakan tangannya, menggapai-gapai mencari sesuatu dan ternyata menemukan bazoka.
5.      Pesawat menembak gudang dengan menggunakan bazoka. Namun sayang tembakan meleset dan mengenai sebuah gunung. Tembakan bazoka menimbulkan lubang besar pada gunung.
6.      Dari gunung keluar banyak sekali merpati.
7.      Merpati terbang mencari tempat tinggal baru dan memilih tinggal di hotel.
8.      Ternyata di dalam hotel ada si Samudra yang sedang merencanakan tindakan jahat.
9.      Setelah rencananya matang, si Samudra berangkat ke Jakarta.
10.  Samudra hendak mengebom fasilitas Amerika.

       3.  Sistem pasak lokasi
Sistem pasak lokasi merupakan sistem ingatan yang telah dipakai sejak 2500 tahun yang lalu. Sistem pasak lokasi sangat berguna terutama untuk membagi ingatan seperti perpustakaan sehingga informasi yang kita simpan dapat terarsip rapi tanpa ada kekacauan. Sistem ini berguna untuk mengingat informasi secara teratur dan berurutan. Sistem pasak lokasi sangat efektif bekerja karena teknik ini mengaktifkan dan mengakses memori sematik dan episodik. Saat kita berusaha hafal suatu informasi, kita mengaktifkan memori sematik. Informasi ini lalu kita cantolkan pada suatu lokasi.
Langkah- langkah sistem pasak lokasi:
1. Tentukan lokasi yang akan digunakan sebagai alat utama dalam sistem ini. Pastikan lokasi yang dipilih ada lokasi yang mudah di ingat atau yang sering didatangi misalnya rumah, sekolah, dan lain-lain.
2. Letakkan kata-kata atau informasi yang akan diingat pada lokasi yang telah ditentukan.

Contoh :
a.       Pada waktu sekolah, tempelkan rumus-rumus yang ingin dihafalkan di sudut ruang kelas, maka ketika lewat sengaja atau tidak pasti akan membaca dan menghafalkannya.
b.      Pada waktu di rumah, tempelkan sesuatu yang ingin dihafalkan di sudut kamar tidur, maka ketika akan tidur sengaja atau tidak pasti akan membaca dan menghafalkannya.
V.    Kelebihan dan kekurangan metode memory skills
        1. Kelebihan metode memory skills
a. Siswa lebih kreatif dalam menghafal kata- kata
b. Meningkatkan kecepatan menghafal
c. Meningkatkan kemampuan otak
d. Menciptakan pembelajaran siswa lebih bermakna
e. Melatih siswa untuk lebih kreatif
f. Melatih siswa belajar mandiri

      2. Kekurangan metode memory skills
a. Tidak semua guru dapat menggunakan metode ini karena guru dituntut untuk lebih kreatif
b. Metode memory skills ini hanya dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menghafal dengan cepat.
c. Keberhasilan metode memory skills ini sangat bergantung kepada apa yang dimiliki guru, sepeti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, motivasi, dan berbagai kemampuan seperti kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan mengelola kelas.

VI. Penutup

Metode memory skills merupakan salah satu metode yang tidak hanya bisa mengasah kemampuan siswa dari aspek pendengaran saja, tapi juga aspek penglihatan bahkan praktek langsung secara fisik. Metode memory skills ini bisa menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas. Selain itu juga bisa melatih kreativitas siswa dalam belajar. Mengingat ulang apa yang ada di pikiran atau yang sedang dikerjakan merupakan kegiatan penting dalam meningkatkan daya ingat. Proses mengingat ulang ini akan berjalan dengan baik jika dengan metode tertentu yang bisa merangsang daya ingat siswa, yaitu dengan metode yang melibatkan siswa secara langsung. Jadi disini guru hanya perlu menyiapkan metode yang secara langsung melibatkan siswa sehingga siswa lebih mudah mengingat pelajaran. Dalam metode ini guru memberikan materi yang dihafalkan. Dengan metode seperti ini siswa lebih mudah mengingat-ingat apa yang mereka pelajari.



2 comments: