Monday, May 20, 2013

Sambutan Halal Bihalal

Sambutan Halal Bihalal
Keluarga Besar Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang
Tahun 1433 H/2012 M

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang saya hormati dan saya nanti-nantikan petuah-petuahnya
1. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah
2. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang
3. Ketua Majlis Pembina Kesehatan Umum Muhammadiyah Kota Semarang
4. Ketua Badan Pelaksana Harian RS. Roemani Muhammadiyah
5. Direksi RS. Roemani Muhammadiyah
6. Para dokter mitra RS. Roemani Muhammadiyah

Dan Yang saya hormati dan banggakan
      1. Bapak, ibu, saudara para pegawai RS. Roemani 
    Muhammadiyah beserta keluarga 
2. Serta para hadirin yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

Alhamdulillahi robbil ‘alamin wa sholatu wassalamu ‘ala assrofil anbiya’i walmursaliin wa ‘ala alihi wa shokhbihi ajma’in ama ba’du

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga pada hari ini bisa berkumpul bersama dalam acara halal bihal keluarga besar RS. Roemani Muhammadiyah. Tujuan kegiatan ini antara lain adalah  untuk semakin mengeratkan tali silaturahim diantara kita semua. Semoga salawat serta keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia, beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Bapak dan ibu yang dimuliakan Allah SWT,
Berbahagialah dan bergembiralah kita, pada hari ini bisa bertemu dan saling maaf memaafkan untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan dan sebagai ungkapan syukur kepada-Nya atas keberhasilan dan kemenangan kita dalam memperoleh anugerah besar berupa bulan Ramadhan  yang baru saja meninggalkan kita. Ramadhan yang penuh dengan rahmat dan maghfiroh illahi Yang Maha Rahman. Ramadhan yang bersenandung dengan irama tadarus dan tilawatil qur’an. Ramadhan yang bernuansa kasih sayang dan kepedulian kepada sesama yang membutuhkan. Ramadhan yang berpesan kepada setiap insan agar senantiasa dekat dengan Sang Pencipta semesta alam dan Ramadhan yang diistimewakan dengan malam qadar yang diagungkan melebihi seribu bulan.
Semoga semangat dan nuansa Ramadhan yang penuh dengan aktivitas ibadah dan pengabdian kepada Allah  akan senantiasa hadir dan mewarnai hari-hari kita di bulan-bulan yang lain. Semoga setelahnya kita benar-benar kembali kepada fitrah  dan kita selaku individu maupun umat mencapai derajat taqwa yang menjadi target utama disyariatkannya puasa pada bulan Ramadhan.

Bapak dan ibu yang dirahmati Allah SWT,
Ramadhan telah meninggalkan kita. Saat ini kita berada di bulan Syawwal. Mengisi bulan Syawal dengan lanjutan ibadah dan keshalehan Ramadhan adalah hal yang dikehendaki Rasulullah SAW. Bagi umat islam tidak ada istilah libur dari amal sholeh, tidak ada istilah pensiun dari ibadah, tidak ada istilah cuti dari kebaikan. Setelah menunaikan ibadah Ramadhan dan ditutup dengan idul fitri, dianjurkan untuk puasa  6  hari di bulan syawal, pada bulan-bulan berikutnya puasa senin – kamis. Infaq-shodaqoh  dan amalan-amalan lain bisa dilakukan setiap saat. Secara khusus relasi kita dengan masjid terus dipertahankan, karena yang benar-benar alumnus pendidikan Ramadhan akan menjadi ahli masjid, aktivis dan pemakmur masjid. Bersamaan dengan itu semua komunikasi sosial kita berspiritkan silaturrahim.

Setiap tahun kita melaksanakan ibadah Ramadhan dan hampir setiap tahun pula kita merayakan idul fitri. Idul fitri akan sempurna tatkala terhapusnya dosa kita kepada Allah SWT yang diikuti dengan terhapusnya dosa kita kepada sesama manusia.
Meskipun pada momentum idul fitri tahun lalu kami sudah meminta maaf atas segala noda dan dosa. Meskipun dalam meniti langkah mengarungi perjalanan dari idul fitri tahun yang lalu sampai idul fitri saat ini kami sudah berusaha berhati-hati, berjalan sesuai dengan tuntunan dan jalur yang benar  agar tidak melakukan pelanggaran, kesalahan dan kekhilafan. Namun badai kesalahan dan kekhilafan belum pasti berlalu.

Oleh karena itu agar tidak termasuk golongan orang yang memutus shilaturrahim, hanya karena masih ada noda dan dosa, saya atas nama segenap pegawai RS. Roemani Muhammadiyah pada kesempatan ini dengan tulus ikhlas meminta maaf lahir maupun bathin kepada bapak dan ibu atas segala khilaf dan kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa.  
Semoga semua amal baik kita pahalanya dilipatgandakan oleh Allah dan segala khilaf dan dosa mendapat meghfirah dari Allah Rabbul alamin.

Demikian yang bisa saya sampaikan, atas kekurangannya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih. 

Nasrun minallahi wa fathun qorieb
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Semarang, 29 Agustus 2012
Marhaeni

0 comments:

Post a Comment